Senin, 28 Maret 2011

Saudara Tua itu Bernama Malaysia

Welcome To Malaysia

Sudut Bandara KL
Twin Tower
 Masih lekat di ingatan tentang serangkaian peristiwa akibat "ketegangan" hubungan Malaysia-Indonesia, mulai dari munculnya slogan "Ganyang Malaysia" di era Sukarno, kasus blok ambalat, perebutan pulau sipadan-ligitan, klaim reog dan lagu rasa sayange, pelecehan TKI hingga perebutan pemenang pertandingan bola di putaran final piala AFF yang diwarnai aksi tembak laser oleh penonton. Sebagai saudara serumpun, hubungan bilateral keduanya kerap mengalami masa up and down..

Tanpa berusaha memihak salah satu pihak, ada baiknya Indonesia belajar dari keberhasilan Malaysia yang mengalami ledakan ekonomi di penghujung abad 20 dan tumbuh menjadi negara industri baru. Jika dibandingkan dengan Malaysia yang baru memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1957, Indonesia harusnya bisa mengalami kemajuan dan kemakmuran yang lebih baik.

Berdasarkan pengalaman singkat mengunjungi Negeri Jiran tersebut, penulis mencoba untuk mengulas hal-hal yang seharusnya bisa dicontoh Indonesia (terutama untuk penerapan di Kota Surabaya, dimana penulis tinggal). Dengan tetap berpegang pada semangat nasionalisme, ulasan dibuat seobyektif mungkin. Adanya keterbatasan lokasi analisa yang hanya berkisar di daerah metropolitan saja, maka penulis berusaha mengungkapkan banyak dari sedikit hal yang ditangkap.

Pesta Ikan

Yippie…  Bencana membawa anugerah. Curah hujan yang cukup tinggi beberapa terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di gresik, tepatnya di rute Gresik-Lamongan lewat duduk sampeyan.  Sampai hari ini pun, menurut sumber berita yang ada, daerah tersebut tertutup untuk kendaraan roda empat, meskipun ketinggian air sudah berkurang menjadi 15cm. Jalur alternatif yang disarankan adalah dari Lamongan ke Surabaya bisa melewati Mantup - Kemlagi - Gedek - Jembatan Ajinomoto - By Pass atau jika ke arah Gresik bisa melewati Betoyo - Tol Manyar - Gresik. Dari Tuban bisa melewati Paciran - Brondong - Panceng - Manyar - Gresik. Dari Bojonegoro bisa melewati Babat - Jombang - Surabaya.

Well, back 2 the story. Hari minggu kemarin (27/03/2011) Bapak mertua pergi ke rumah temannya, yang menjanjikan mau membagikan ikan hasil panen tambaknya di daerah Samir. Janjinya pergi sebentar aja karena ketemuan di jalan depan gang aja buat ngasih ikan, tapi sekitar 3.5 jam belum pulang juga. Akhirnya sekitar jam 1 siang, bapak baru pulang sambil membawa hampir 3 kilo ikan mujair dan 1 kilo udang serta sebungkus kare ayam kampung. Yah, meski ga jadi dapat bandeng, tapi lumayan juga nih buat dimakan kenyang tanpa nasi. He… he.. Bapak cerita kalo di sepanjang jalan deket rumah temennya, orang-orang lagi sibuk nangkapin ikan, baik yang luberan dari sungai maupun dari tambak warga. Bahkan sudah ada beberapa juragan yang siap dengan pick up, cool box dan es batu buat nampung hasil tangkapan warga. Jadi kemacetan bukan cuman gara-gara antrian kendaraan maupun kendaraan roda dua  yang berjalan pelan, tapi juga karena aktivitas warga yang menjaring ikan. Well, Sound terrific. Sayangnya aku ga ikut ya, so no pictures deh….