Rabu, 06 April 2011

Saudara Tua itu Bernama Malaysia (part 2) : airport facilities

Bandara udara atau pelabuhan udara, (menurut definisi yang dikutip dari wikipedia) adalah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas landas ataupun mendarat. Sejalan dengan perkembangan kemajuan, kompleksitas fungsi dan kelengkapan bandara semakin beragam.


Kota surabaya memiliki lokasi yang strategis karena berada pada simpul transportasi nasional dan internasional, sehingga memiliki peran menjadi Pusat Kegiatan Nasional. Hal ini perlu didukung dengan adanya bandara berkelas internasional untuk mendukung pergerakan penumpang dan barang untuk area surabaya dan kawasan indonesia Timur pada umumnya.

Penulis tidak akan bercerita tentang bandara juanda, tapi lebih menekankan pada hal-hal yang ditemukan di Bandara KL yang bisa dicontoh untuk pengembangan ke depannya.

Papan petunjuk bandara

Meskipun luas, bandara ini dilengkapi dengan papan petunjuk yang lengkap dan saling terhubung antar rambu sehingga dijamin pengunjung tidak akan tersesat meski cuman berbekal bahasa inggris/melayu yang seadanya.Selain itu, bandara KL juga memperhatikan segi estetika dengan menempatkan tanaman hidup dan indoor park di tiap sudutnya
Sudut hijau dengan indoor park di bandara
Sudut hijau dekat lift



Di depan aerotrain

Ruang kaca yang mengelilingi aerorain
Conveyor belt yang terjamin keamanannya



Antrian troli yang nyaman
Counter yang dibuat nyaman untuk pelanggan

Papan display bandara

Senin, 28 Maret 2011

Saudara Tua itu Bernama Malaysia

Welcome To Malaysia

Sudut Bandara KL
Twin Tower
 Masih lekat di ingatan tentang serangkaian peristiwa akibat "ketegangan" hubungan Malaysia-Indonesia, mulai dari munculnya slogan "Ganyang Malaysia" di era Sukarno, kasus blok ambalat, perebutan pulau sipadan-ligitan, klaim reog dan lagu rasa sayange, pelecehan TKI hingga perebutan pemenang pertandingan bola di putaran final piala AFF yang diwarnai aksi tembak laser oleh penonton. Sebagai saudara serumpun, hubungan bilateral keduanya kerap mengalami masa up and down..

Tanpa berusaha memihak salah satu pihak, ada baiknya Indonesia belajar dari keberhasilan Malaysia yang mengalami ledakan ekonomi di penghujung abad 20 dan tumbuh menjadi negara industri baru. Jika dibandingkan dengan Malaysia yang baru memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1957, Indonesia harusnya bisa mengalami kemajuan dan kemakmuran yang lebih baik.

Berdasarkan pengalaman singkat mengunjungi Negeri Jiran tersebut, penulis mencoba untuk mengulas hal-hal yang seharusnya bisa dicontoh Indonesia (terutama untuk penerapan di Kota Surabaya, dimana penulis tinggal). Dengan tetap berpegang pada semangat nasionalisme, ulasan dibuat seobyektif mungkin. Adanya keterbatasan lokasi analisa yang hanya berkisar di daerah metropolitan saja, maka penulis berusaha mengungkapkan banyak dari sedikit hal yang ditangkap.

Pesta Ikan

Yippie…  Bencana membawa anugerah. Curah hujan yang cukup tinggi beberapa terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di gresik, tepatnya di rute Gresik-Lamongan lewat duduk sampeyan.  Sampai hari ini pun, menurut sumber berita yang ada, daerah tersebut tertutup untuk kendaraan roda empat, meskipun ketinggian air sudah berkurang menjadi 15cm. Jalur alternatif yang disarankan adalah dari Lamongan ke Surabaya bisa melewati Mantup - Kemlagi - Gedek - Jembatan Ajinomoto - By Pass atau jika ke arah Gresik bisa melewati Betoyo - Tol Manyar - Gresik. Dari Tuban bisa melewati Paciran - Brondong - Panceng - Manyar - Gresik. Dari Bojonegoro bisa melewati Babat - Jombang - Surabaya.

Well, back 2 the story. Hari minggu kemarin (27/03/2011) Bapak mertua pergi ke rumah temannya, yang menjanjikan mau membagikan ikan hasil panen tambaknya di daerah Samir. Janjinya pergi sebentar aja karena ketemuan di jalan depan gang aja buat ngasih ikan, tapi sekitar 3.5 jam belum pulang juga. Akhirnya sekitar jam 1 siang, bapak baru pulang sambil membawa hampir 3 kilo ikan mujair dan 1 kilo udang serta sebungkus kare ayam kampung. Yah, meski ga jadi dapat bandeng, tapi lumayan juga nih buat dimakan kenyang tanpa nasi. He… he.. Bapak cerita kalo di sepanjang jalan deket rumah temennya, orang-orang lagi sibuk nangkapin ikan, baik yang luberan dari sungai maupun dari tambak warga. Bahkan sudah ada beberapa juragan yang siap dengan pick up, cool box dan es batu buat nampung hasil tangkapan warga. Jadi kemacetan bukan cuman gara-gara antrian kendaraan maupun kendaraan roda dua  yang berjalan pelan, tapi juga karena aktivitas warga yang menjaring ikan. Well, Sound terrific. Sayangnya aku ga ikut ya, so no pictures deh….

Senin, 11 Oktober 2010

Kebodohan penyebab kecelakaan

Kecelakaan ini terjadi selama kami sekeluarga mudik ke Lamongan, tepatnya terjadi sekitar 3 km sebelum perempatan Babat-Lamongan. Biasanya, kecelakaan terjadi karena beberapa faktor seperti faktor cuaca, teknis (kondisi kendaraan) dan juga human error.

But what make me interested is (lebih tepatnya prihatin) it happen because of human stupidity (atau bisa dibilang ketidak pedulian; kayaknya bisa menjadi tambahan baru dari faktor penyebab kecelakaan nih). How come? Selama ngelewatin lokasi kecelakaan, bau minuman keras tercium dari truk yang terguling (how i realize this, it doesn't matter ^0^). Bahkan sempat terlihat, seorang pemuda, menyembunyikan beberapa botol (yang keliatan berisi seperti minuman keras) ke balik semak-semak (well, he better be hurry, 'cos from the local radio station, it already reported to the local policeman).

Sigh.... i wonder if they ever think about the cost that they have to paid because of their ignorance... Luckly (most of Javanese people love to say this after a bad thing happen), no one get serious injured or dead because of this accident. Hanya sejumlah fasilitas umum yang rusak (dan truk yang mereka kendarai tentu saja) seperti tiang listrik (atau telepon ya...) yang roboh dan beberapa tanaman hias jalan dan pembatas jalan yang rusak..

Well, they have to learn something from this.. Never.. ever.. get drunk while u are driving.......... (kalo mabok perjalanan sih masih maklum.. ^0^). If not, well i guess they are more stupid than a donkey... !!!



Hajimemashite (Introduction)


Hajimemashite!!!

Bahasa Jepang yang dalam terjemahan bebasnya berarti : Perkenalkan.. Sengaja saya pakai tidak untuk menyombongkan diri bahwa saya bisa berbahasa Jepang (in fact, kemampuan bahasa saya baru pada level basic alias poor ^0^), tapi lebih pada keinginan saya untuk memperkenalkan diri pada seluruh member di komunitas blogger ataupun yang masih ber"status" blogwalker. Bisa dibilang, telat juga mulainya karena blog sendiri tenarnya sudah bertahun-tahun yang lalu. Hem.. keinginan mulai sih dah ada dari jaman dulu, dimana komunitas blogger baru berisi segelintir orang, tapi kayaknya baru bisa terealisasi pekan ini..

Anyway, cut the crap. Let's begin.... Hoping that this new beginning will lead me to new journey.. journey about discovering myself... better insight beneath me... ^0^v