Kecelakaan ini terjadi selama kami sekeluarga mudik ke Lamongan, tepatnya terjadi sekitar 3 km sebelum perempatan Babat-Lamongan. Biasanya, kecelakaan terjadi karena beberapa faktor seperti faktor cuaca, teknis (kondisi kendaraan) dan juga human error.
But what make me interested is (lebih tepatnya prihatin) it happen because of human stupidity (atau bisa dibilang ketidak pedulian; kayaknya bisa menjadi tambahan baru dari faktor penyebab kecelakaan nih). How come? Selama ngelewatin lokasi kecelakaan, bau minuman keras tercium dari truk yang terguling (how i realize this, it doesn't matter ^0^). Bahkan sempat terlihat, seorang pemuda, menyembunyikan beberapa botol (yang keliatan berisi seperti minuman keras) ke balik semak-semak (well, he better be hurry, 'cos from the local radio station, it already reported to the local policeman).
Sigh.... i wonder if they ever think about the cost that they have to paid because of their ignorance... Luckly (most of Javanese people love to say this after a bad thing happen), no one get serious injured or dead because of this accident. Hanya sejumlah fasilitas umum yang rusak (dan truk yang mereka kendarai tentu saja) seperti tiang listrik (atau telepon ya...) yang roboh dan beberapa tanaman hias jalan dan pembatas jalan yang rusak..
Well, they have to learn something from this.. Never.. ever.. get drunk while u are driving.......... (kalo mabok perjalanan sih masih maklum.. ^0^). If not, well i guess they are more stupid than a donkey... !!!